Sabtu, 10 Desember 2011

Momen-Momen Tak akan Terlupakan di El Clasico


Oleh: Alexander Wibowo

Pertemuan antara Real Madrid vs Barcelona jelas lebih dari sekedar sepak bola, ini juga tentang harga diri, ini rivalitas, dan ini adalah segalanya. Prinsip itulah yang selalu dipegang oleh personil keduanya.

Maka tak heran jika setiap musim La Liga akan dimulai, semua mata tertuju pada Jornada ke berapa pertemuan antara dua musuh bebuyutan itu akan berlangsung nantinya.

Hari yang akan bermakna sakral bagi setiap Madridistas dan juga Cules, termasuk untuk pertemuan yang ke-216 hari Minggu (11/12) mendatang. Sebelum menikmati laga tersebut ada baiknya kita mengulik memori ke belakang, menyimak kejadian-kejadian penting yang pernah menghiasi rivalitas abadi ini.

Barca memberi Guard of Honour Pada Madrid di musim 2007-08

Ketika musuh bebuyutan diminta memberikan hormat kepada musuhnya jelas ibarat dipermalukan. Pada musim 2007-2008 itu terjadi untuk Barcelona, mereka dipaksa membuat barisan penghormatan menyambut punggawa-punggawa Los Blancos memasuki lapangan.

Guard of Honour sendiri adalah sebuah tradisi di Spanyol, jawara musim terakhir harus diberikan sebuah penghormatan untuk pembukaan musim baru pada periode berikutnya. Madrid akhirnya mempermalukan Barca lebih lanjut saat mereka menang 4-1 dan menyabet kembali gelar La Liga musim itu.

Hat-trick Wonderkid bernama Messi di musim 2006-07

Pada musim 2006-2007 tidak bisa dibantah, bintang utama Barca masihlah Ronaldinho, si nomor 10 saat itu. Sihir pria Brasil itu begitu berkilau terang hingga akhirnya ada bocah latin lain lagi yang siap meneruskan sihir-sihirnya.

Messi muda saat itu sanggup mencetak hat-trick sensasional, momen yang diyakini membuat banyak pihak tersadar, bahwa bintang dunia berikutnya adalah bocah ini, hal yang akhirnya benar-benar terbukti kendati usianya saat ini baru 24 tahun.

Kepala Babi Untuk Figo

Luis Figo adalah salah satu pemain penting bagi Barcelona sebelum ia secara kontroversial 'berkhianat' ke Bernabeu. Pembelian dengan melibatkan uang besar, sekaligus mengawali proyek mega bintang yang saat itu dijalankan oleh Los Galacticos.

Kemudian di musim itu, ketika si Portugal balik ke Nou Camp apa yang menyambutnya? Lemparan aneka ragam barang untuknya saat mengambil corner bagi Los Blancos, termasuk kepala babi yang terpenggal.

Gol tunggal Ronaldo untuk gelar tunggal Madrid 2010-2011

Memang benar Copa del Rey tak sebesar La Liga, namun kemenangan atas Barca jelas beda maknanya bagi Madrid. Karena selain merebut gelar di partai puncak. Ini juga merupakan kemenangan perdana Madrid atas pasukan Catalunya semenjak Guardiola melatih mereka di tahun 2008.

Trofi ini juga merupakan gelar perdana Si Putih bersama Real Madrid yang baru datang awal musim lalu, setelah merengkuh treble winners bersama Internazionale Milan di musim sebelumnya. Gol sundulan Ronaldo di extra time menjadi penentu skor 1-0.

Ronaldinho mendapat Standing Ovation di Bernabeu

Dengan kentalnya permusuhan antara kedua kubu jelas tak banyak respek yang diberikan oleh keduanya. Namun Ronaldinho termasuk menjadi salah satu persona yang beruntung dalam sejarah Clasico.

Ia mendapatkan tepuk tangan tersebut setelah ia mencetak gol secara indah dari sisi kiri menaklukkan Casillas. Gol individual yang untuk sesaat membuat pendukung Madrid ramah kepada pemain Barca, padahal itu adalah momen langka.

Tuduhan teori konspirasi Mourinho untuk Barca

Setelah kalah di Liga Champions dengan skor 2-0, Mourinho menyebut bahwa Barcelona dan UEFA telah bersekongkol untuk menjatuhkan timnya. Dia menyebut empat nama wasit yang terlibat dengan 'keberuntungan' Barca. Hal yang akhirnya membuat The Special One dijatuhi skorsing UEFA di awal musim ini.

Alfredo di Stefano Bukukan Quat-trick ke gawang Barca

Di Stefano adalah seorang pemain tengah, saat itu sama-sama dinginkan oleh Barcelona dan juga Madrid, namun Los Blancos yang beruntung sanggup meminangnya. Meski itu semua melalui proses yang kontroversial.

Dia saat itu benar-benar mengubah peruntungan Real, dahaga gelar akhirnya terselesaikan begitu pemain Argentina ini datang ke Bernabeu, bahkan bisa disebut tahun keemasan. Dalam penampilannya yang pertama di El Clasico Di Stefano mencetak 4 gol dalam satu laga, dan langsung membuatnya menjadi pujaan Madridtistas

Gol Mahal Zlatan Ibrahimovic

Ketika Guardiola dan pasukannya meraih semua trofi pada musim 2008-2009 Real Madrid murka dengan mendatangkan muka-muka baru yang termasuk kelas atas di musim berikutnya. Dari mulai Benzema, Xabi Alonso, Ronaldo hingga Kaka didatangkan.

Barcelona meresponnya dengan melakukan pembelian mahal pula, yakni berupa Zlatan Ibrahimovic dari Inter Milan senilai 65 Juta US Dollar. Ketika Clasico dimainkan di musim itu laga berjalan ketat, perbedaan di laga ini disuguhkan oleh Ibra yang mencetak gol tunggal kemenangan pasukan Catalunya. Sekali lagi Madrid tersadar parade bintang-bintang belum sanggup menggoyang dominasi Barca.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting